<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1130742">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Budaya Risiko Di Pt Bank Abc Dalam Transformasi Digital</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mohamad Hendra Budiawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Perbanas Institute</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii, 149 hlm.; ilus</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembimbing: Zaenal Abidin--Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi budaya risiko di PT Bank ABC dengan&#13;
menggunakan kerangka Sound Risk Culture Indicators dari Financial Stability&#13;
Board (FSB). Budaya risiko yang kuat merupakan elemen penting dalam&#13;
manajemen risiko perbankan, khususnya dalam memastikan keberlanjutan bisnis&#13;
dan kepatuhan terhadap regulasi. Studi ini dilakukan dalam konteks transformasi&#13;
Bank ABC dari bank tradisional menjadi bank digital pasca-akuisisi oleh JKL&#13;
Group dan PT DEF. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan&#13;
&#13;
metode studi kasus, mengumpulkan data melalui kuesioner, wawancara semi-&#13;
terstruktur, dan tinjauan dokumen internal perusahaan. Responden penelitian terdiri&#13;
&#13;
dari pejabat eksekutif, kepala divisi manajemen risiko, kepala divisi sumber daya&#13;
manusia, serta karyawan yang memiliki peran dalam pengelolaan risiko. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa Bank ABC memiliki budaya risiko yang cukup&#13;
baik, terutama dalam aspek tone from the top, akuntabilitas, dan komunikasi risiko.&#13;
Namun, beberapa tantangan masih ditemukan, seperti belum adanya evaluasi&#13;
mendalam mengenai tingkat maturitas budaya risiko serta keterbatasan dalam&#13;
mekanisme eskalasi dan insentif yang berbasis risiko. Risiko operasional, terutama&#13;
yang terkait dengan fraud internal dan kesalahan proses, masih menjadi perhatian&#13;
utama. Dengan adanya rekomendasi penguatan budaya risiko berbasis FSB Sound&#13;
Risk Culture Indicators, diharapkan Bank ABC dapat lebih meningkatkan&#13;
efektivitas manajemen risiko dalam mendukung transformasi digital dan&#13;
pengelolaan risiko yang lebih baik di masa depan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MANAJEMEN RISIKO</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BUDAYA RISIKO</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FINANCIAL STABILITY BOARD (FSB)</topic>
 </subject>
 <classification>TM-250811</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Digital Library | Perbanas Institute Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>TM-250811</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">TM-250811</numerationAndChronology>
    <sublocation>Digital</sublocation>
    <shelfLocator>TM-250811</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>TM.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1130742</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-11 11:43:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 09:16:50</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>